Sabtu, 02 Agustus 2008

Momen yang Terlupakan

Tanggal 17 Agustus, sebuah hari yang paling fenomenal, banyak dikenang, dan merupakan sebuah hari kebanggaan bagi seluruh masyarakat mulai dari Sabang sampai Merauke, masyarakat Bumi Pertiwi Indonesia. Kebanggaan itu tak lepas dari perjuangan para pahlawan dan seluruh masyarakat Indonesia dalam membela tanah air, berjuang untuk melawan penjajahan yang terjadi di Indonesia. Beratus-ratus tahun bumi Indonesia di jajah, oleh bangsa-bangsa dari Eropa yang dulunya hanya sekedar berdagang. Namun lama kelamaaan memanfaatkan hasil bumi Indonesia yang melimpah ruah, sehingga membuat bangsa-bangsa Eropa mulai iri dengan hasil bumi Indonesia. Untuk itulah bangsa-bangsa yang tak ber-peri kemanusiaan pada zaman dahulu berkelakuan yang bisa di bilang sangat keji, merampas kekayaan bumi milik orang lain, malahan masyarakat Indonesia yang seharusnya menjadi tuan rumah, dan juga seharusnya memperoleh keuntungan yang banyak, malah merugi, dan mereka menjadikan masyarakat Indonesia menjadi budak. Bekerja keras dan harus merelakan hasil kekayaan buminya untuk diserahkan kepada penjajah secara paksa.


Hal ini membuat seluruh masyarakat sadar, dan mulai mengambil tindakan dengan melawan penjajahan yang terjadi saat itu. Mereka semua berjuang keras, rela berkorban, mengorbankan harta , nyawa, dan apa yang dimilikinya demi membela bangsa yang dicintainya, yang menjadi tempat hidup mereka, yang telah memberikan kehidupan bagi mereka, dan keturunan-keturunan mereka. Sampai akhirnya kemerdekaan mampu diperoleh dengan ditandai kekalahan Jepang dari sekutu, dimana saat itu Jepang masih menduduki Indonesia, yang juga bangsa Asia sendiri.Akhirnya masyarakat bersuka cita menyambut hari-hari yang menggembirakan dan juga sedikit menegangkan, ada yang menyambut dengan melakukan syukuran, lomba-lomba, dan kegiatan-kegiatan lainnya setiap tahunnya.

Akan tetapi kebanggaan itu sekarang mulai pudar pada diri dan kepribadian masyarakat Indonesia saat ini. Sebagian orang-orang menganggap hari itu biasa-biasa saja, layaknya hari biasa yang sibuk dengan kesibukan masing-masing. Perjuangan para pahlawan dan seluruh masyarakat dulu sudah mulai tidak mendapatkan tempat di hati di sebagian masyarakat indonesia saat ini, sudah banyak yang tak mau mengenang jasa-jasa dari para pejuang dalam mengusir penjajah dari bumi Indonesia.

Sudah jarang lagi di temukan acara syukuran itu, acara pesta-pesta itu, ataupun lomba-lomba yang dulu selalu ramai setiap tahunnya dalam memperingati hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Semuanya sudah hilang dari budaya masyarakat Indonesia dulu. Sungguh ironis bangsa ini, sudah banyak masyarakat yang melupakan momen-momen, hari-hari yang mengubah sejarah Indoesia, dan menggemparkan seluruh dunia.

Tidak ada komentar: